Menuju Smart Grid dan kehidupan yang lebih baik

Per 5 Agustus 2015 ini fokus topik kami beralih kepada Smart Grid, Micro Grid, dan teman-temannya. Sesuatu yang baru buat saya (karena baru dengar juga istilahnya **kuper mode=on**). Jadi beralih ke tukang listrik nih.. Saya mohon bantuan dan dukungannya ya temans, terutama yang berkutat di bidang ini. Mudah-mudahan Allaah memberi kemudahan dan kelancaran dalam urusan kita semua, Aamiin ya robbal ‘aalamiin..

Sedikit pemahaman saya di awal, konsep Micro Grid itu lebih memanfaatkan sumber-sumber energi lokal dari potensi alam yang ada, terutama untuk daerah-daerah yang belum tersentuh fasilitas listrik yang disediakan pemerintah (pusat) karena keterbatasan secara ekonomi, maupun kondisi geografi. Dengan memanfaatkan teknologi microgrid ini, Daerah tersebut dapat menjadi daerah mandiri energi.

Smart Grid atau dikenal dengan E-Energy
Animasi mengenai Smart Grid atau dikenal dengan E-Energy

Sedangkan Smart Grid merupakan konsep penyaluran energi listrik versi modern. Dimana ditambahkan unsur cerdas pada jaringan grid listrik, sehingga jaringan listrik dapat digunakan untuk komunikasi 2 arah. Terdengar seperti konsep jaringan komputer, bukan? Memang itu maksudnya, sehingga dari ujung atas (pembangkit listrik) sampai ke ujung bawah (konsumen), dapat dilakukan konfigurasi lebih lanjut.

It’s not a physical thing. I like to say that a smart grid starts at the generator and ends at the refrigerator. — Prof. Saifur Rahman

Kecerdasan yang ditambahkan sehingga menjadi smartgrid ini adalah integrasi dari teknologi sensor, control, dan communication pada sistem tenaga listrik yang sekarang ini sudah kita pakai. Terdengar simpel, bukan? Hehehe..

Konsep yang sering dikedepankan misalnya untuk menghindari blackout. Smart grid dapat mendeteksi pembangkit listrik mana yang mengalami kegagalan, lalu dengan otomatis mengalihkan jalur listrik kepada alternatif pembangkit listrik yang lain.

Juga konsep smart meter. Yaitu meteran pintar yang otomatis menghitung tagihan listrik kita saat itu juga. Tidak seperti yang sekarang ini, nunggu di akhir bulan baru bisa ketahuan besar pemakaian dan tagihan listriknya. Dan ketika dikombinasikan dengan regulasi harga listrik, konsumen pun dapat gantian ‘menjual kembali’ listriknya. Konsep ini dapat menawarkan harga listrik yang murah, tanpa membuat membuat konsumen bersikap boros, bahkan dapat memotivasi konsumen dalam berhemat :)

Dari konsep awal smart grid yang saya baca, pembangkit listrik yang populer dipakai kan macamnya solar cell dan wind turbine, lalu listrik yang dihasilkan disimpan dimana ya? Baterai? Lalu baterainya seperti apa ya? Dengan kapasitas yang pasti besar.. Karena matahari tidak selamanya bersinar, dan angin tidak selamanya bertiup..

Sekilas mengenai  baterai, bagaimana sih perkembangannya? Seperti teknologi smartphone yang kian hari kian tipis, tapi teknologi baterai sepertinya perkembangannya masih lelet ya? Jadilah smartphone yang semakin canggih dengan waktu pakai yang semakin sebentar karena kapasitas baterai nya segitu segitu aja..

Sudah bingung? Kalau sudah, silahkan simak dulu kuliah om Sadoway berikut.. Om Sadoway ini keren loh.. Sekeren Toph dan Avatar Korra yang bisa metal bending. Dan juga unik karena mengajar dengan menggunakan tuxedo sambil menyajikan sampanye. Saya sih masih penasaran dengan Bill Gates yang kemudian ikut mendanai penelitiannya di teknologi baterai metal cair (liquid metal battery)

Penasaran kenapa orang-orang sana pada pinter-pinter? Simak aja langsung kerjaan para profesor di MIT sana melalui video di bawah ini! Hahaha..!

Published by

Kaito Kuroba, S.Kom.

@kaitou gemar menimba ilmu di mana saja dan dari siapa saja. Masih mencoba bertahan tinggal di Jakarta, Ibukota Indonesia. Alhamdulillaah walaupun saat ini sudah bukan PNS lagi, tapi tetap menjadi seorang IT Enthusiast yang terus mencoba menyebar manfaat bagi manusia yang lain.

Leave a Reply